Kenapa Rambut Bisa Rontok Parah

Rambut bisa rontok parah ketika lebih banyak folikel daripada biasanya memasuki fase istirahat, ketika folikel mengalami pengaruh genetik atau hormonal, atau ketika terdapat gangguan pada kulit kepala maupun kondisi kesehatan tertentu. Kerontokan yang meningkat tidak selalu berarti rambut akan hilang permanen, tetapi penyebabnya perlu dipahami.

Stres fisik dan perubahan siklus rambut

Sakit berat, operasi, demam tinggi, penurunan berat badan yang signifikan, atau perubahan hormonal dapat memicu telogen effluvium. Pada kondisi ini, kerontokan sering muncul beberapa waktu setelah pemicu terjadi dan cenderung menyebar.

Faktor genetik dan hormonal

Androgenetic alopecia dapat menyebabkan penipisan bertahap. Pada pria, perubahan sering terlihat di garis rambut atau puncak kepala. Pada wanita, rambut lebih sering menipis di bagian atas kepala.

Gangguan autoimun

Alopecia areata dapat menyebabkan bercak botak yang muncul relatif cepat. Kondisi ini berbeda dari kebotakan berpola dan membutuhkan evaluasi tersendiri.

Masalah kulit kepala

Peradangan, sisik, kemerahan, nyeri, atau luka pada kulit kepala dapat memengaruhi folikel rambut. Keluhan seperti ini perlu diperiksa, terutama bila kerontokan semakin luas.

Nutrisi dan kondisi kesehatan

Kekurangan zat besi, protein, atau nutrisi tertentu dapat berkaitan dengan kerontokan pada sebagian orang. Kondisi kesehatan sistemik juga dapat memengaruhi siklus rambut. Pemeriksaan tambahan sebaiknya dipilih berdasarkan riwayat dan temuan klinis.

Kapan perlu diperiksa

Konsultasi layak dipertimbangkan bila rambut rontok meningkat mendadak, berlangsung terus, membentuk bercak, disertai perubahan kulit kepala, atau membuat kepadatan berkurang nyata. Menentukan penyebab lebih dulu membantu memilih penanganan yang sesuai.

Sumber medis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *